Jangan nDeso

Jangan nDeso

Sentuh Indonesiaku, Kulonprogo - Banyak pilihan-pilihan tempat makan, dari resto, fast food sampai warung pinggir jalan ketika kita sedang berwisata. “Semakin ke pinggir semakin enak,” begitu istilah yang sering terdengar oleh orang-orang saat ingin menikmati kuliner yang nikmat. Tak jarang warung kecil di pelosok gang atau warung kecil di pinggir jalan justru menyajikan sajian kuliner khas daerah setempat. Menikmati kuliner dengan sajian dan rasa yang otentik memang memberikan sensani berbeda bagi para penikmat kuliner.

Kulonprogo tempat digelarnya acara tahunan Nusantaride Day 2017, juga mempunyai kuliner yang otentik. Bukan resto kelas mahal, atau bangunan bagus ber AC yang menyajikan hidangan otentik khas Kulonprogo, tetapi warung makan sederhana berarsitektur Jawa di dusun Jambon, Desa Donomulyo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo ini selalu ramai pengunjung. Warung "Mbah Kebo" namanya.

Adalah jangan tolo (Sayur kacang tunggak) dan ayam goreng kampung yang membuat setiap pelanggan ingin kembali setelah makan di warung yang berlokasi tak jauh dari gedung Wildlife Rescue Centre (WRC) ini. Sayur tolo bercita rasa pedas tersebut adalah "jangan ndeso" yang saat ini cukup sulit ditemukan di tempat lain. Sayur tolo pedas khas Mbah Kebo ini, berisikan kacang tolo, daun so (mlinjo), tempe semangit yang dipotong kecil-kecil, sisiran cabai dan kuah santan yang gurih. Sayur tolo selalu disajikan setiap hari secara turun temurun sampai 3 generasi warung "Mbah Kebo" ini melayani pelanggan nya. Selain sayur tolo, warung yang sudah buka sejak 30 tahun lalu ini juga menyediakan beberapa jenis sayur lain, seperti besengek tempe-tahu, dan sayur tahu-tempe bercita rasa gurih bagi yang tidak suka masakan pedas.

Ayam kampung gorengnya sungguh khas, ayam kampung yang dibacem selama 3 jam ini bercitarasa manis. Proses mema

Isaac Yulianto

Redaksi: Isaac Yulianto

Email : isaac.yulianto@gmail.com

Phone : 081585555884


Berita Terkait


Komentar Via Facebook