Mudun Dilarung Nanjak Disorang

Mudun Dilarung Nanjak Disorang

"Pak Rama harus ke lurah Sugihmukti buat membikin surat Korona" begitu bunyi kalimat akhir pak RT Londok diujung Telepon, pukul 10 pagi ,hari Jumat, H-1 digelarnya acara. "Bug" seketika ada bogem berkekuatan puluhan kilogram menghantam hati. Kp. Londok memang jadi tempat finish event yang kami gelar. Tempat terpencil dengan penduduk kurang dari 100 orang. Kami tidak mau Londok jadi Klaster. Londok biarkan begitu saja. Jangan jadi tragedi. Apalagi panitia nanti kena UU Wabah.
 
Skip kendala lainnya termasuk informasi titik longsor di Jalur WAMIL21. Akhirnya kurang dari 11 jam, kami berhasil memindahkan Venue Finish ke sebuah lokasi wisata Pinus land yang jauh dari pemukiman dan masih di jalur Wamilride.
 
Jalannya event :
Pagi mendapat kabar di grup tikum, sebagian berkeinginan menjalankan Rally yang sudah di setting sedemikian rupa. Mangga- Boleh, resiko ditanggung masing masing. Sebagian lagi langsung ke TKP acara. Ndilalah, hujan mulai pukul 10 sampai magrib. Lokasi acara tadinya bersih jadi kubangan. Setelah Insya baru gelar riungan. Sampai jam 21.30. Paginya dilanjut sampai jam 10 an, karena banyaknya barang dari para pen suport acara. Alhamdulilah kelar. Acara ditutup dengan Doa. Tidak foto keluarga karena dilarang berdempetan.
Dan memang sosial distancing gagal tercipta sepanjang dua hari itu.
mas bonar

Redaksi: mas bonar

Email : rednusantaride@gmail.com


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook