Jangan nDeso

Jangan nDeso

saknya yang cukup lama, menghasilkan daging ayam yang empuk. Proses memasak yang lama ini juga menjadikan bumbu bacemnya merasuk hingga ke dalam daging ayam. Untuk menjaga kualitas rasa agar tetap sama seperti dulu, warung "Mbah Kebo" tetap setia menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Selain menyediakan lauk ayam kampung goreng, warung "Mbah Kebo" juga menyediakan ayam potong goreng, telur, ikan, dan beragam gorengan. Selain sayur tolo, Yang khas dari warung ini adalah gorengan tempe benguk, tempe koro dan ikan wader goreng. "Ikan wader adalah ikan sungai yang berukuran kecil-kecil, sangat gurih dan nikmat dinikmati bersama sambal. Untuk harga jangan kuatir, warung makan Mbah Kebo ini sangat ramah dikantong." ucap Qumarul, salah satu sahabat Nusantaride yang gemar kuliner ini.

sekitar 25 kilometer sebelah barat dari pusat Kota Yogyakarta, ntuk menemukan warung “Mbah Kebo” tidaklah sulit. Dari arah Jogja ke Barat arah menuju Wates, sampai pertigaan Sentolo belok kanan (arah Waduk Sermo), lalu belok kanan di pertigaan Joresan sekitar 2 kilometer. Posisi warung berada di kanan jalan.

Warung "Mbah Kebo" buka setiap hari mulai jam 7 pagi hingga dagangan nya habis atau Mbah Kebo sudah terasa capai, serta jika ada keperluan keluarga. Anda harus rela berbagi kursi dan meja dengan pengunjung lain. Di warung hanya disediakan meja kayu panjang dengan kursi kayu panjangnya atau resban bukan kursi yang "sendiri-sendiri". Saling sapa dan saling "menyilakan makan" antar pengunjung menjadikan warung ini lengkap dengan kearifan lokalnya.

"Jangan lupa diri ketika anda menikmati teh gula batu sambil lesehan santai di "amben" sambil menikmati semilir angin" tambah pecinta kuliner ini menutup pembicaraan dengan Nusantaride.com

Isaac Yulianto

Redaksi: Isaac Yulianto

Email : isaac.yulianto@gmail.com

Phone : 081585555884


Berita Terkait


Komentar Via Facebook