NDay2019 Bumi Pasundan Menenun Renjana

Sentuh Indonesiaku I Jakarta, mendengar kata Jawa Barat tentu kita akan langsung teringat dengan Martinus Antonius Weselinus Brouwer atau dikenal dengan M.A.W Brouwer seorang budayawan asal Belanda yang pernah menuliskan sebuah kalimat yang sangat melekat di hati masyarakat Jawa Barat hingga sekarang. “ Bumi Pasundan Lahir Ketika Tuhan Sedang Tersenyum “ . Kalimat tersebut cukup menggambarkan bagaimana Jawa Barat memiliki berbagai macam daya tarik untuk dikunjungi.

Untuk itulah Nusantaride menjadikan Jawa Barat kembali menjadi lokasi digelarnya event Nusantaride Day 2019 setelah beberapa tahun lalu event serupa diadakan di Pangalengan. Akan ada hal baru pada gelaran Nusantaride Day kali ini, mengusung konsep Nomadic Traveller, sahabat Nusantaride akan diajak berpetualang menikmati pesona Bumi Pasundan. Melihat dan merasakan sendiri Maha Karya sang Pencipta yang terbentang di Bumi Pasundan.

“Nantinya para Subscriber akan kami arahkan untuk menikmati keindahan alam, kuliner khas Jawa Barat dan kearifan lokal sebelum mereka menuju lokasi event utama Nusantaride Day 2019.” Ujar Kang Rama, salah satu Subscriber Nusantaride asal Jawa Barat yang akhir-akhir tampak sibuk mempersiapkan event tahunan Nusantaride ini. “Kali ini Nusantaride bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat untuk menggelar event ini, sehingga diharapkan Nusantaride Day 2019 bisa mengangkat potensi-potensi wisata yang terhampar di Indonesia dan Jawa Barat pada khususnya.” Ucap kang Rama .

Salah satu lokasi yang bisa sahabat datangi sebelum menuju lokasi utama Nusantaride Day 2019 adalah Kampoeng Amsterdam. Sebuah perkampungan warga yang terletak di Kaki Gunung Cikuray, Kecamatan Cilawu Garut ini hanya memiliki sekitar 12 rumah yang dihuni oleh 24 orang warga. Uniknya, mereka menempati rumah-rumah peninggalan Belanda yang sama sekali belum direnovasi. Lalu jangan lewatkan menikmati lezatnya durian shakila di Majalengka. Dari Dulu, Majalengka memang terkenal sebagai salah satu sentra pembibitan buah. Dari mulai jambu air, hingga durian. Kamu bisa mendatangi tempat seperti Durian Sinapeul Shakila dan menikmati lezatnya berbagai macam jenis durian yang ada. Atau sahabat dapat mengunjungi sebuah monumen bersejarah di daerah Subang, sebuah Monumen perjuangan yang berdiri kokoh di salah satu sudut kampung Ciseupan dipinggir sungai desa Cibuluh. Ada 4 bagian utama monumen tersebut yaitu relief yang menggambarkan perang gerilya, relief lidah api menjulur yang menggambarkan semangat juang rakyat Cibuluh, tulisan Monumen Perjuangan 45 dan patung maung Siliwangi yang berdampingan dengan patung seorang pejuang Indonesia.

Sudah siap berpetualang di bumi Pasundan…??

mas bonar

Redaksi: mas bonar

Email : rednusantaride@gmail.com


Berita Terkait


Komentar Via Facebook