Lelah Yang Candu

Lelah Yang Candu

njadi tanah bersambung dengan batuan padat dan batuan lepas, sungguh jalur yang sudah tidak asing dengan WamilRide. Sekitar satu jam perjalanan hujan turun dengan derasnya, membuat perjalanan ini makin seru saja, tanah merah semakin licin dan kubangan semakin banyak membuat beberapa sahabat dalam rombongan kami terpeleset saat melewatinya. Kejadian-kejadian seperti justru membuat kami terbahak di perjalanan, bukan untuk mengejek tapi membuat kami tetap ceria di perjalanan. Sekitar pukul 17.00 saya dan adhi terpisah dari rombongan ada yang lebih dahulu ada yang masih dibelakang, Adhi memberi kode meminta air minum lalu kami pun berhenti untuk istirahat sejenak sambil makan lontong yang kami beli di warung saat kumpul tadi. Lumayan untuk menambah energi kami yang sama-sama mulai kelelahan melahap jalanan yang di dominasi batuan padat dan kubangan air.

 
Saya mengecek Google Maps dan ternyata perjalanan masih 13 KM lagi dari total track sepanjang 36 KM. Haha, saya dan Adhi hanya bisa tersenyum kecut, lalu kami melanjutkan perjalanan dan kembali bertemu mang Dedi bersama rombongan lain yang istirahat di warung. Mengingat hari akan semakin gelap kami tidak beristirahat lama-lama di warung, kami kembali melanjutkan perjalanan. Di sisa rute rombongan terpencar kembali, saya berbarengan dengan Adhi dan Mang Dedi. Tangan dan kaki sudah mulai pegal berbarengan dengan jalanan yang mulai gelap. Hujan yang turun sepanjang perjalanan, membuat kami lebih cepat letih.
Ingin rasanya cepat sampai tapi kami tidak bisa berkendara cepat karena motor mang Dedi yang kalau Adhi sebut "Mantap tapi nyusahin" mogok ka

mas bonar

Redaksi: mas bonar

Email : rednusantaride@gmail.com


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook