Lelah Yang Candu

Lelah Yang Candu

rena kehabisan bensin dan mesin nya brebet, sejak awal perjalanan motor ini memang sudah mulai bermasalah pasca menerabas banjir di jalanan pinggiran Kota Bandung.

Karena bensin cadangan yang dibawa sudah habis, ahirnya Adhi berinisiatif mengambil bensin dari tangkinya dan dipindahkan ke motor Mang Dedi. Setelah urusan transfer bensin selesai kami melanjutkan kembali perjalan, jalanan makin lama terasa makin berat, didominasi batuan dan tanjakan. Namum dibalik jalanan yang makin berat kami sedikit dihibur oleh pemandangan sekitar sungguh cantik meski kami hanya bisa melihat bias dibalik cuaca yang mulai gelap dan berkabut.
 
Kami yang kelelahan tetap terus melaju di jalur, dalam hati saya berpikir sungguh enak di jalur seperti ini jika pakai trail ketimbang motor adventure yang berbobot cukup berat. Ini hanya sudut pandang saya saat kelelahan saja sepertinya, toh tetap saja apapun motornya bukan batasan untuk ikut acara ini yang penting niatan nya saja. Jam di dashboard motor menunjukan hampi pukul 18.40, sungguh tak terasa sudah hampir 5 jam perjalanan kami dari Santosa, tapi hal yang membuat gembira saat kami melihat tugu dan lampu di kejauhan yang berarti kami sudah dekat lokasi camp. Kami makin tancap gas, namun tapi lagi-lagi motor Mang Dedi mati karena kehabisan bensin tak kurang dari 50 meter menuju campground. Haha, sudah mau sampai malah mogok. Adhi mencoba memindahkan bensin dari tangki motor saya, namu tidak bisa karena posisi moncong tangki yang tak terjangkau oleh selang yang dibawa, kebetulan beberapa teman yang sudah sampai lebih dahulu melintas Akhirnya oleh teman-teman motor diikat pakai webbing dan ditarik ke lokasi Camp

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook